Artikel Ilmiah Jurnal Penelitian

Krisis Daya Dukung DAS dan Ekosistem Pesisir; Konflik Tata Ruang dan Investasi Ekstraktif di Konawe Utara

Peningkatan investasi Ekstraktif di Konawe utara telah menyebabkan pencemaran ekosistem pesisir terutama tambang yang berlokasi di pesisir Blok Mandiodo, dan Kepulauan Lasolo yang mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir dan sumber daya perikanan

Konawe Utara kaya akan nikel dan kawasan perkebunan, kekayaan alam dan  potensi alam itu harus dikelola secara bijaksana, adil dan berkelanjutan, dalam undang - undang pertambangan telah dijabarkan secara baik bagaimana pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang namun kondisi  faktualnya masih belum ditemukan model jenis pertambangan yang berkelanjutan dan  berkeadilan.

 
Industri ekstraktif di konawe utara masih banyak melakukan pembukaan lahan  secara besar-besar yang menerobos hutan dan menimbulkan anomali baru di kawasan lingkar tambang, kerusakan lingkungan, bencana banjir dan longsor jadi ancaman,  polusi udara, tercemarnya sumber air, hilangnya habitat flora dan fauza, Rusaknya  ekosistem terumbu, lamun, mangrove; pelanggaran hukum lingkungan dan masalah  sosial seperti hilangnya mata lahan garapan petani, ancaman gagal panen karena banjir, konflik lahan bahkan konflik tapal batas.

BERITA LAINYA

Wallacea Terminal
01 Juni 2025 Kajian Kebijakan dan Pemanfaatan Ruang Untuk Sektor Pertambangan dan Sawit di DAS Lasolo

DAS Lasolo adalah kawasan penting yang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini mengalami tekanan akibat ekspansi industri pertambangan dan perkebunan skala besar.

Wallacea Terminal
01 Desember 2025 Evaluasi Kesehatan Pada Biota Ikan di Kawasan Perairan Lingkar Tambang Proyek Stragegis Nasional (PSN) Pulau Obi

Penurunan kualitas perairan Pulau Obi terus berlangsung seiring meningkatnya aktivitas operasional smelter nikel yang terbangun di kawasan tersebut.